mungkin semua yang ada tidak seindah yang sebelumnya diharapkan..

Anggota

Komentar

Sabtu, 08 Agustus 2009

praktikum pascal dari dosen unda...




PRAKTIKUM 1
KONSEP DASAR PEMROGRAMAN PASCAL



Pokok Bahasan

Struktur Penulisan Program Pascal
Format Penulisan Program pascal

Tujuan Belajar

Setelah mempelajari materi pada bab ini, mahasiswa diharapkan dapat membuat program sederhana menggunakan bahasa Pascal

Dasar Teori

a.Struktur Program Pascal
Setiap program Pascal mempunyai susunan sebagai berikut:
Program NamaProgram;

USES
Deklarasi piranti;
CONST
Deklarasi Konstanta;
TIPE
Definisi Tipe Data;
VAR
Deklarasi Variabel;
PROCEDURE NamaProsedur;
BEGIN
Isi Procedure;
END;

FUNCTION NamaFungsi;
BEGIN
Isi Fungsi;
END;

{Program Utama}
BEGIN
Isi Program Utama;
END.





Berikut ini contoh program Pascal sederhana:

PROGRAM Pendahuluan; Kepala Program
Nama Program

{Program Pendahuluan untuk menampilakan kalimat}  Keterangan

VAR Bagian deklarasi
{tidak ada}
Pernyataan
BEGIN
WRITE (‘Belajar Pemrograman Turbo Pascal’); Area Begin End
END.

Contoh Lain :

PROGRAM Lingkaran;

{Program untuk menghitung luas lingkaran.}

VAR
Luas, Jari2 : REAL;



BEGIN

READ(Jari2);
Luas := 3.14159 * Jari2*Jari2; Area Begin End
WRITE(Luas);

END.

Dari contoh diatas maka program diatas dapat dibagi atas beberapa bagian :
1.Kepala program
Yang termasuk kepala program dari contoh diatas adalah :
Program pendahuluan; dan Program lingkaran;
Kepala program sifatnya opsional, anda dapat membuang baris ini tanpa mengubah hasil program. Kegunaannya adalah sebagai identitas program dan dikenal sebagai kepala program. Biasanya programmer memberikan nama program sesuai dengan nama file program.
Yang perlu diperhatikan disini :
Tanda titik koma (;) harus diletakkan sesudah nama program.
Nama program didefinisikan sendiri oleh programmer, pemberian nama program harus mengikuti aturan yang sama seperti aturan penberian nama identifier.
Kata PROGRAM adalah sebuah kata yang mempunyai makna khusus bagi turbo pascal dan disebut sebagai reserve word/ Kata tercadang ( akan dijelaskan pada bagian berikutnya)
2.Deklarasi
Deklarasi ini dapat berupa deklarasi variable atau pun deklarasi konstanta. Setiap variable atau konstanta yang digunakan di dalam program harus didefinisikan terlebih dahulu tipe datanya. Lebih lanjut mengenai deklarasi variable akan dijelaskan pada bab selanjutnya.
3.Begin End
Sebuah program pascal minimal mengandung sebuah BEGIN END, dengan bentuk :
BEGIN
Pernyataan-pernyataan ;
END.
Yang perlu diperhatikan dan perlu mendapatkan perhatian adalah tanda titik (.) digunakan setelah END. BEGIN menyatakan awal pengeksekusian program dan END diikuti dengan tanda titik menyatakan akhir pengeksekusian program. Akan tetapi jika ditemukan END yang menggunakan tanda titik koma (;) atau tanpa tanda satupun maka ini berarti END tersebut bukan menyatakan akhir dari sebuah program.
4.Pernyataan
Pernyataan ini terdapat diantara BEGIN END, Pernyataan adalah perintah yang menyebabkan computer melakukan suatu tindakan.Pada pascal, tanda titik koma berlaku sebagai pemisah pernyataan, bukan sebagai akhir pernyataan.
Catatan :
1.WRITE adalah merupakan reserved word yang berfungsi untuk mengeluarkan output/ tampilan dilayar, setelah WRITE diapit oleh tanda “(“ dan “)”, penulisan kalimat didalam “(“ dan “)” darus diapit menggunakan petik satu (‘ ‘)
2.Beberapa kata dicetak dengan huruf kapital. Kata tersebut adaIah Reserved word atau keyword, merupakan kata yang sudah terdefinisikan.
3.Baris kedua merupakan komentar program, tidak akan dija­lankan oleh Pascal. Komentar program ini dapat diletakkan di mana saja dalam program, yaitu dengan cara mengapit komentar tersebut dengan tanda { dan } atau (* dan *).
4.Pada contoh program kedua, nilai numerik untuk luas dan jari*jari diwakili dengan simbol Luas dan Jari2. Nama simbol ini disebut variable. Variable ini didefinisikan atau dideklarasikan pada baris ke 4.

b.ELEMEN DASAR DALAM PASCAL
Dalam Pascal terdapat beberapa elemen dasar, yaitu: Karakter Set, Reserved Word, identifier, Angka, String, Konstanta, Variabel dan Ekspresi.
Karakter Set
Terdiri dari huruf A sampai Z, baik huruf besar maupun kecil, angka 0 sampai 9, dan karakter simbol tertentu yang dapat digunakan untuk menyusun elemen program (angka, identifier, ekspresi dan sebagainya). Karakter-karakter khusus tersebut antara lain:
+
-
*
/
:=
=
.
:
;
,

^
< <= >
>=
..
(
)
[
]
{
}
<>

Reserved Word (Kata Tercadang)
Terdapat beberapa reserved word dalam Pascal, yaitu:
AND
ARRAY
BEGIN
CASE
CONST
OF
OR
DIV
DO
DOWNTO
ELSE
END
RECORD
REPEAT
FILE
FOR
FUNCTION
GOTO
IF
TIPE
UNTIL
IN
LABEL
MOD
NIL
NOT
PACKED
PROCEDURE
SET
THEN
VAR
WHILE
PROGRAM
TO
WITH

Reserved word tersebut hanya dapat digunakan untuk maksud yang telah didefinisikan oleh Pascal, dan tidak dapat diredefini­sikan oleh pemrogram.
Konstanta
Digunakan untuk mengganti nilai suatu item data sederhana, misaInya bilangan atau string, dengan suatu identifier, yang meru­pakan nama dari item data tersebut. Identifier tersebut disebut Konstanta kalau nilai item data tersebut bersifat tetap.
Cara penulisannya dalam Pascal:
CONST
Nama = N;

Contoh :
CONST
Phi = 3.1415926536;

Variabel
Adalah suatu tempat dimemori computer yang mempunyai nama dan tipe. Variable bersifat sementara, artinya jika computer dipadamkan, semua variable akan hilang, jadi variable hanya dipakai ketika program berjalan. Penulisannya dalam Pascal adalah:
VAR
NamaVariabel : Tipedata;
atau jika beberapa variabel mempunyai tipe data yang sama:
VAR
Nama1, Nama2, Nama3, ... , Nama_n : TipeData;
Contoh :

VAR
Baris, Kolom : Integer;
Ch : Char;
R : Real;

Identifier
Identifier merupakan kata-kata/nama yang kita buat sendiri, nama diberikan pada elemen program, seperti nama program, konstanta, variabel, procedure atau function.
Berikut ini adalah aturan penulisan identifier :
1.Terdiri dari huruf besar, huruf kecil, angka dan garis bawah (”_”)
2.Karakter pertama harus diawali huruf, sisanya dapat berupa huruf, garis bawah dan atau angka. Identifier adalah case-insensitive, artinya huruf besar dan huruf kecil dianggap sama. Misalnya identifier indx, Indx dan INDX adalah sarna.
3.Panjang identifier yang akan terbaca adalah 63.
Berikut ini adalah identifier yang benar:
X
Y12
SUM
Temp
Nama
Luas
Jari2
Tabel
Nama_Mhs , dll
Berikut ini contoh identifier yang salah:
4th
Karakter pertama harus huruf atau garis bawah
Array
Array adalah Reserved Word
Nama Mhs
Tidak boleh ada spasi kosong
_nama
Tidak boleh diawali ”_”

Identifier Standard
Pascal mempunyai beberapa identifier standard, yaitu:
abs
Arctan
boolean
char
chr
Readln
real
text
cos
Dispose
eof
eoln
exp
Sin
sqr
writeln
false
Get
input
integer
ln
True
trunc
Read
maxint
New
odd
ord
output
Unpack
write
Round
pack
page
pred
put
reset
Rewrite
sqrt
Succ

Tipe Data
Pascal mempunyai beberapa tipe data berbeda, yaitu tipe data sederhana, tipe data terstruktur dan tipe data pointer.
Tipe data sederhana merupakan item tunggal (angka, karak­ter dan sebagainya),. Terdapat 4 tipe data standard - integer, real, char, dan boolean dan user define simple tipe- enumerated dan sub range.
Tipe data terstruktur, merupakan item data majemuk yang saling berhubungan dengan data yang lainnya dengan cara yang khusus. Setiap kelompok item data mempunyai identifier yang tertentu. Terdapat 4 macam tipe data terstruktur ini, yaitu array, record, file dan set.
Tipe data pointer, digunakan untuk menyusun tipe data terstruktur dinamis. Tipe data ini akan dibahas dalam materi Pascal Lanjut
Ekspresi
Merupakan gabungan antara beberapa operan (angka, konstan­ta atau variabel) dengan operator tertentu membentuk persamaan aljabar yang menghasilkan suatu nilai. Dalam Pascal terdapat 2 macam ekspresi, yaitu ekspresi numerik clan ekspresi boolean. Ekspresi numerik menghasilkan nilai numerik, sedangkan ekspre­si boolean menghasilkan kondisi logik benar dan salah (true false).
Ekspresi Numerik : (b * b – 4 * a * c)/(2 * a)
Ekspresi Boolean : 10 < buku =" Rp." pensil =" Rp." pen =" Rp." pembelian =" Rp.’," diskon =" 5%" bayar =" total" arti =" Sama">
Tidak sama dengan
<>
Lebih besar dari
>=
Lebih besar atau sama dengan
<= Lebih kecil atau sama dengan In Anggota dari Keenam operator yang pertama dapat digunakan pada operan bertipe selain tipe boolean, sedangkan operator yang terakhir, yaitu IN, digunakan pada Tipe data Set. Berikut ini contoh sederhana ekspresi boolean dengan operan bilangan. Ekspresi Hasil 2 = 3 False 2 <>= 1.5
False
0.6 >= -1.5
True
-4 <> 4
True
1.7 <= -2.2 False Operan dapat berupa konstan variabel ataupun ekspresi. Misalnya, i dan j merupakan variabel berTipe integer, di mana i = 3 dan j = -5. Dan ch1 dan ch2 merupakan variabel berTipe Char, di mana ch1 = ‘P’ dan ch2= ‘T’. Ekspresi Hasil Ekspresi Hasil 1 <= 10 True ch1 = ch2 False i + j > 0
False

ch2 = ’T’
True
(i – j) < (i + j) False ch1 = ’p’ False i – 3 = j + 5 True ch1 <>= i div 2
True

ch2 > ’A’
True
(i div 2) > (j + 6)
False

’W’ <> ch1
True


Selain mempunyai 7 macam operator relational tersebut di alas, dalam Pascal juga terdapat 3 buah operator logik (logical operator).
Ketiga operator logika tersebut adalah:

Operator
Keterangan
OR
Ekspresi akan bernilai True jika salah satu operan bernilai True.
AND
Ekspresi akan bernilai True jika semua operan bernilai True.
NOT
Digunakan sebagai prefix untuk memberi nilai sebaliknya. (Positif/ negative)


Contohnya adalah, misalnya D merupakan variabel bertipe integer, di mana n=10, dan s adalah variabel bertipe char, di mana s= ‘A’.

Ekspresi
Hasil

Ekspresi
Hasil
(n > 0) AND (n <> 6)
False
(n > 0) AND (n <> 0) OR (n <> ’G’)
True
(n <> 20)
False

NOT (s = ’A’)
False
(n = 10) AND (s = ’A’)
True



(n <> 5) OR (s >= ’A’)
True




c.Tipe Data Char
Tipe data Char merupakan data karakter tunggal, misalnya karakter tunggal yang diapit dengan tanda baca tunggal, ‘A’. Yang termasuk ke dalam tipe data ini antara lain, konstanta, identifier, variabel, Function bertipe char. Pada lampiran terdapat tabel Karakter Kode ASCII, yang berisi karakter yang dapat digunakan sebagai tipe char, di mana masing-masing mempunyai angka yang berbeda mulai 0 sampai dengan 255. Perlu diketahui karakter ‘A’ tidak sama dengan ‘a’ karena kode ASCII untuk kedua karakter tersebut tidak sama. Setiap karakter tersebut membutuhkan 1 byte lokasi memory. Kode ASCII dengan no 0 sampai dengan 31 merupakan karakter kontroI (control character). Turbo Pascal menyediakan 2 macam cara untuk menampilkan karakter, yaitu dengan :
caret (^)
simbol angka (#)
MisaInya, karakter dengan kode ASCII 7 adalah BEL atau Ctrl. Dalam Turbo Pascal dapat digunakan dengan cara penulisan ^G, sehingga penulisaonya adalah WRITELN(^G); dan menye­babkan komputer akan mengeluarkan bunyi bel.
Cara kedua dapat digunakan dengan simbol angka (#) yang diikuti dengan nomer kode ASCll-nya. Jadi #7 akan sama dengan ^G, #65 akan sama dengan ‘A’.

d.Tipe Data Real
Tipe data real merupakan item data yang bernilai suatu bilangan pecahan. Yang termasuk kategori ini antara lain konstanta, variabel, function dan ekspresi yang bemilai bilangan pecahan. Terdapat 4 macam operator aritmatik yang dapat digunakan oleh operan bertipe real, yaitu:

Operator
Proses
Tipe Operan
Tipe Hasil
+
Penjumlahan
Real
Real
-
Pengurangan
Real
Real
*
Perkalian
Real
Real
/
Pembagian
Real
Real

Turbo Pascal mendefinisikan tipe data Real dengan 6 byte lokasi memory dengan tingkat significansi 11 digit dengan rentang nilai (range) 10-38 sarnpai 10+38

e.Fungsi Standard
Pascal mempunyai beberapa fungsi (function) standard yang di­gunakan untuk tipe data sederhana. Standard Function ini disebut juga sebagai intrinsic function atau built-in function. Beberapa fungsi tersebut menerima satu tipe parameter, dan menghasilkan tipe yang sama, sementara beberapa, yang lainnya menerima parameter dengan tipe yang berbeda dengan tipe yang dihasilkan oleh fungsi tersebut.
Beberapa fungsi tersebut antara lain:

Fungsi
Tujuan
Tipe Parameter (x)
Tipe Hasil
Abs(x)
Menghitung nilai absolute x
Integer/Real
Sama
Arctan(x)
Menghitung Arctangen x
Integer/Real
Real
Chr(x)
Mencari karakter untuk kode x
Integer
Char
Cos(x)
Menghitung Cosinus x (x dalam radian)
Integer/Real
Real
Exp(x)
Menghitung ex, dimana e = 2.7182818 dasar log N (Naperian, natural)
Integer/Real
Real
Ln(x)
Menghitung log natural x, dimana x > 0
Integer/Real
Real
Odd(x)
Menentukan x bilangan genap atau ganjil, jika x ganjil, menghasilkan nilai True
Integer
Boolean
Ord(x)
Menentukan urutan kode x
Char
Integer
Pred(x)
Menentukan urutan sebelum x
Integer/Char/Boolean
Tergantung tipe Parameter
Round(x)
Membulatkan nilai x ke bilangan bulat terdekat
Real
Integer
Sin(x)
Menentukan sinus x, x dalam radian
Integer/Real
Real
Sqr(x)
Menghitung pangkat 2 dari x
Integer/Real
Tergantung tipe Paramater
Sqrt(x)
Menghitung akar 2 dari x, dimana x > 0
Integer/Real
Real
Succ(x)
Menentukan urutan sesudah x
Integer/char/Boolean
Tergantung tipe Paramater
Trunc(x)
Memotong x, membuang angka desimalnya
Real
Integer

Berikut ini adalah contoh penggunaan beberapa fungsi standard
tersebut:
Perintah
Hasil

Perintah
Hasil
Chr(65)
’A’

Ord(’A’)
65
Ord(’A’) atau Ord(Chr(65))
65

Chr(65) atau Chr(Ord(’A’))
’A’
Pred(3)
2

Succ(3)
4
Pred(True)
False

Succ(False)
True
Round(2.3)
2

Trunc(2.3)
2
Round(2.7)
3

Trunc(2.7)
2
Round(-1.8)
-2

Trunc(-1.8)
-1

f.Prioritaas
Berikut ini adalah urutan prioritas pelaksa­naan suatu operator berdasarkan urutannya yaitu:
Prioritas
(dari tinggi ke rendah)
Operator
1
NOT
2
* / DIV MOD AND
3
+ - OR
4
= <> < <= > >= IN

2.Input Dan Output Data
Statement untuk menginputkan data ke komputer adalah dengan perintah READ atau READLN. Perbedaan antara perintah READ dengan READLN adalah jika READ, pelaksanaan perintah berikutnya akan diletakkan pada kolom berikutnya dan baris yang sama, sedangkan READLN, akan meletakkan perintah berikutnya pada baris berikutnya, kolom 1.
Tipe data yang dapat diinputkan adalah integer, real, char atau karakter string. Untuk variabel boolean tidak dapat diinputkan dengan perintah ini.
Contoh:
Program Bab2_1;
Var
I, J : Integer;
R : Real;
Ch : Char;
S : String;
BEGIN
READ(I, J, R)
READLN (Ch, S);
END.

Perintah untuk menuliskan data dengan perintah WRITE atau WRITELN. Perbedaan antara WRITE dengan WRITELN adalah mirip dengan perbedaan READ dengan READLN, yaitu setelah perintah WRITE, maka pelaksanaan perintah berikutnya akan diletakkan pada kolom berikutnya dan baris yang sama, sedangkan perintah WRITELN akan menyebabkan pelaksanaan perintah berikutnya berada pada baris berikutnya dan kolom 1.
Data yang akan dicetak adalah data dengan Tipe String, konstanta numerik, variable numerik atau ekspresi, baik integer, real, char atau boolean. Untuk data berTipe string, harus diapit dengan tanda petik tunggaI (' ').

Program Bab2_3;
VAR
I, J : Integer;
R : Real;
Ch : Char;
S : String;
BEGIN
READ(I, J, R, S, Ch);
WRITE(I, J, R, S, Ch);
WRITEln(‘I + J = ‘, I + J);
END.

Jika R diisi dengan angka 123.456; maka hasil perintah WRITE(R) adalah : 1.2345600E+O2, yang merupakan tampilan bilangan Real standard, yaitu notasi ilmiah.
Bilangan bertipe Real dapat ditampilkan tidak seperti model standard tersebut. Caranya adalah dengan memberikan tanda titik dua di belakang variabel tersebut diiukuti dengan angka yang menunjukkan panjang total digit bilangan real tersebut, diikuti dengan tanda titik dua dan angka yang menunjukkan panjang bilangan dibelakang titik koma. Bilangan di beIakang titik desimal, akan dibulatkan secara oto­matis.
Misalnya R diisi dengan data 17487.266 Perintah Tampilan
Perintah
Tampilan
WRITE(R)
□1.7487266E+04
WRITE(R:12)
□1.74873E+04
WRITE(R:18)
□1.74872660000E+04
WRITE(R:12:3)
□□□17487.266
WRITE(R:8:1)
□17487.3

Catatan : □ mewakili 1 spasi.

LAPORAN PENDAHULUAN
1.Sebutkan perbedaan Read dan Readln, berikanlah contohnya dan berikan penjelasan dari contoh yang diberikan!
2.Apa yang dimaksud tipe data ordinal dan tipe data Enumerated!
3.Sebutkan tata cara penyederhanaan penulisan bilangan real, berikan contohnya:
4.Apakah perbedaan antara operator pembagian (/) dengan operator pembagian DIV jika operan yang digunakan bertipe integer?

PRAKTIKUM

Praktikum 2.1 : Penggunaan input/output data, fungsi ORD, PRED, SUCC.

1.Ketikkan program dibawah ini, simpan dengan nama file Prak2_1.pas.
1: Program Prak2_1;
2: Uses Crt;
3: Var
4: Huruf : Char;
5: Angka : Integer;
6: Begin
7: Clrscr;
8: Write (‘Masukkan Sembarang Huruf : ‘);
9 : Readln(Huruf);
10: Writeln(‘----------------------------‘);
11: Writeln(‘Kode ASCII untuk huruf ‘, Huruf, ‘ adalah ‘, Ord(Huruf));
12: Writeln(‘Sebelum Huruf ‘, Huruf, ‘ adalah ‘, Pred(Huruf));
13: Writeln(‘Setelah Huruf ‘, Huruf, ‘ adalah ‘, Succ(Huruf));
14: Writeln(‘----------------------------‘);
15: Write (‘Masukkan Sembarang Angka : ‘);
16: Readln(Angka);
17: Writeln(‘Kode ASCII ‘, Angka, ‘ adalah karakter ‘, Chr(Angka));
18: Writeln(‘=====================================’);
19: Readln;
20: End.

Praktikum 2.2 : Penggunaan fungsi DIV, MOD, dan /

1.Ketikkan program di bawah ini, simpan dengan nama file Prak2_2.pas
1: Program Prak2_2;
2: Uses Crt;
3: Var
4: A, B, C, D : Integer;
5: F : Real;
6: Begin
7: Clrscr;
8: A := 13;
9: B := 4;
10: C := A DIV B;
11: D := A MOD B;
12: F := A/B;
13: Writeln(‘Hasil Pembagian Bulat ‘, A, ‘ dengan ‘, B, ‘ adalah ‘, C);
14: Writeln(‘Sisa Hasil Pembagian ‘, A, ‘ dengan ‘, B, ‘ adalah ‘, D);
15: Writeln(‘Hasil Bagi ‘, A, ‘ dengan ‘, B, ‘ adalah ‘, F:2:3);
16: Readln;
17: End.

Praktikum 2.3 : Buat program untuk menghitung Luas dan Keliling Lingkaran, dan simpanlah dengan nama Prak2_3.pas
1.Deklarasi PI sebagai konstanta.
2.Input : Jari-jari lingkaran.
3.Hitung Luas, L = PI * Sqr(Jari2).
4.Hitung Keliling, K = 2 * PI * Jari2.
5.Tampilkan hasil perhitungan luas dan Keliling Lingkaran.


1: Program Prak2_5;
2: Uses Crt;
3: Const PI = 3.14159;
4: Var Jari2, L, K : Real;
5: Begin
6: Write(‘Masukkan Jari-Jari Lingkaran (cm) : ‘);
7: Readln(Jari2);
8: L := PI * SQR(jari2);
9: K := 2 * PI * Jari2;
10: Writeln(‘╓───────────────────────────────────╖‘);
11: Writeln(‘║ Luas Lingkaran = ‘, L:10:2, ‘ cm2. ║’);
12: Writeln(‘║ Keliling Lingkaran = ‘, K:10:2, ‘ cm. ║’);
13: Writeln(‘╙───────────────────────────────────╜‘);
14: Readln;
15: End.

LATIHAN

Latihan 2.1 : Ubah program Prak2_2.pas di atas, dimana nilai A dan B diinputkan melalui keyboard, kemudian Simpan dengan nama file Lat2_3.pas.
1.Input : A dan B
2.Petunjuk : Gunakan Readln() untuk membaca nilai A dan B.
3.Output :
Masukkan Nilai A =
Masukkan Nilai B =
========================================
Hasil Pembagian Bulat….(A) dengan…..(B) adalah …..
Sisa Hasil Pembagian….(A) dengan…..(B) adalah …..
Hasil Bagi….(A) dengan…..(B) adalah …..
========================================

Latihan 2.2 : Suatu segitiga mempunyai panjang sisi masing-asing A, B, dan C. Buat program untuk menghitung luas suatu segitiga dengan menggunakan keliling segitiga berdasarkan rumus di bawah ini
L =
Dimana :
L : Luas Segitiga yang akan dicari
S : Keliling Segitiga
1.Input : A, B, dan C.
2.Gunakan fungsi SQRT untuk menghitung Luas Segitiga.
3.Output :
Masukkan Sisi A =
Masukkan Sisi B =
Masukkan Sisi C =
----------------------------------------------------
Keliling Segitiga =
Luas Segitiga =
==============================

Latihan 1.3 : Buatlah buatlah program perhitungan gaji pegawai.
Dimana data yang diinputkan adalah :
a.Nama
b.Alamat
c.Lama kerja
d.Gaji pokok
Selanjutnya hitunglah gaji bersih pegawai dengan rumus:
Bersih =lama kerja * gaji pokok
Tampilkan gaji bersih pegawai.
Tampilan Hasil :


2.Latihan 1.4 : Buatlah Kartu pembayaran telpon :
Tampilan Input :

Dimana biaya yang dikeluarkan diperoleh berdasarkan perhitungan
Total Biaya = jml pulsa (dlm detik) * hrg pulsa (perdetik)
Hrg pulsa perdetik Rp. 13,-
Tampilan Hasil :



LAPORAN PRAKTIKUM

1.Buatlah laporan dari Latihan praktikum yang telah dilaksanakan sebelumnya dengan mencetak hasil output dari Latihan praktikum yang telah dilaksanakan.
2.Analisa setiap latihan yang diberikan.





















PRAKTIKUM 3
FLOWCHART

Pokok Bahasan

Bagan flowchart
Mengkonversi flowchart ke program, program ke flowchart


Tujuan Belajar

Setelah mempelajari materi pada bab ini, mahasiswa diharapkan dapat Mengetahui cara membuat flowchart untuk keperluan pemrograman dan mampu mengkonversi flowchart menjadi sebuah program

Dasar Teori

Definisi Flowchart
Flowchart adalah representasi grafik dari langkah-langkah yang harus diikuti dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang terdiri atas sekumpulan simbol, dimana masingmasing simbol merepresentasikan suatu kegiatan tertentu. Flowchart diawali dengan penerimaan input, pemrosesan input, dan diakhiri dengan penampilan output.

Simbol-simbol Dalam Flowcharts

Jenis simbol
Bagan

Jenis simbol
Bagan
Input/ Output



Prosedure


Proses




Arah aliran

Pengambilan keputusan



Awal Akhir Program

Penghubung





Contoh Penggunaan Flowchart
Mengkonversi program Praktikum 1.2 menjadi sebuah flowchart









Mengkonversi flowchart menjadi sebuah program


Maka Progrm yang dihasilkan dari flowchart diatas adalah :

Program tambah;
Var
a,b,c : integer
Begin
Write (‘Masukkan Nilai A : ‘); Readln (a);
Write (‘Masukkan Nilai B : ‘); Readln (b);
c:=a+b;
writeln (‘hasil penjumlahan = ‘, c);
readln;
End.

LATIHAN

Latihan 3.1 : buatlah Flowchart dari latihan 2.1
Latihan 3.2 : buatlah flowchart sederhana sesuai keinginan yang didalamnya terdapat proses input output, kemudian konversikan kedalam program

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Cari Blog Ini

Memuat...

Mengenai Saya

Foto Saya
banyak hal yang bisa ku mengerti tentang orang lain...namun untuk diri sendiri begitu sulit.. tidak penting apa pun saya yang penting untuk apa saya ada...